UTS Kewirausahaan
Perencanaan Bisnis (Bussines Plan)
Kerajinan Kayu
1. Latar Belakang Bisnis
Bisnis ini bermula dari banyaknya keperluan rumah tangga seperti lemari, meja, dan lain sebagainya. Dan banyak juga keperluan lain seperti hiasan dan dekorasi rumah untuk memperindah bagian dalam rumah. Serta banyak pula barang yang diperlukan untuk keperluan sehari-hari yang berbahan kayu seperti sendok sayur, sendok nasi dan lain sebagainya. Dan itulah penyebab awal mula pengrajin kayu muncul untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2. Problem
Banyaknya barang-barang yang berbahan kayu mulai rusak karena dimakan oleh serangga pemakan kayu yang menyebabkan banyak masalah yang terjadi dikalangan masyarakat. Salah satu contohnya seperti kursi yang terbuat dari kayu dimakan oleh rayap yang memebuat kursi tersebut mulai rapuh dan tak layak pakai.
3. Solution
Memenuhi kebutuhan masyarakat dengan membuat kerajinan serta kebutuhan sehari-hari yang terbuat dari kayu yang tidak disukai oleh serangga pemakan kayu agar kayu yang digunakan sehari-hari bisa bertahan lebih lama.
4. Opportunity
Keuntungan yang diperoleh dari pengrajin kayu dapat memperoleh biaya hidup yang memadai dan dapat membuat kerajinan kayu yang lain sebagai hiasan rumah dengan berbagai model yang beragam motif dan inovasi baru serta kreatifitas yang menarik pelanggan baru untuk berkunjung serta membeli barang hasil karya para pemgrajin kayu.
ANALISIS INTERNAL DAN EKSTERNAL
1. Analisis VRIO
VRIO adalah suatu alat untuk menganalisa sumber daya internal dari perusahaan dan kemampuan untuk mengetahui apakah perusahaan dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Parameter Utama VRIO :
Implementasi Analisis VRIO dalam Bisnis
Cara mengimplementasikan analisis VRIO dalam bisnis melalui langkah-langkah, sebagai berikut :
- Pernyataan tentang nilai (Valuable) : Apakah sumber daya dan kapabilitas perusahaan merespons ancaman atau peluang lingkungan ?
- Pernyataan tentang kelangkaan (Rare) : Apakah sumber daya saat ini dikendalikan oleh hanya sejumlah kecil perusahaan pesaing ?
- Pernyataan tentang imitabilitas (Inimitable) : Apakah perusahaan tanpa sumber dayamenghadapi kerugian biaya dalam memperoleh atau mengembangkannya ?
- Pernyataan tentang organisasi (Organized) : Apakah kebijakan dan prosedur perusahaan lainnya diatur untuk mendukung eksploitasi sumber dayanya yang berharga, langka, dan mahal untuk ditiru ?
Implementasi Analisis VRIO dalam Bisnis
Cara mengimplementasikan analisis VRIO dalam bisnis melalui langkah-langkah, sebagai berikut :
- Mengetahui sumber daya dalam bisnis. Lakukanlah analisis internal untuk mengerti kondisi bisnis anda saat ini contohnya seperti bisnis kerajinan kayu. Analisis internal ini berupa sumber daya yang berharga, langka, dan tak tergantikan. Ada 2 tipe sumber daya pada umumnya, yaitu fisik (tanah, bangunan, dan mesin) dan non-fisik (intelektual properti, hak paten, dan budaya organisasi).
- Memeriksa seberapa terorganisirnya perusahaanBisa dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut : - Adakah manajemen dan sistem pengatur kualitas yang sesuai dengan kerajinan kayu tersebut ?
- Menyimpan sumber daya utama yang diperlukan untuk perusahaan Seperti menyimpan stok bahan atau barang yang sangat dibutuhkan untuk membuat kerajinan agar mencegah kekurangan sumber daya apabila terjadi kendala dalam memperoleh sumber daya yang dibutuhkan.
- Memastikan sumber daya pada VRIO sudah mencakup informasi terkini atau belum. Seperti memastikan lokasi dan harga pasar yang diperlukan untuk mengembangkan perusahaan tersebut agar tidak mendapat kerugian dari sumber daya yang diperoleh.
- Apakah struktur dalam organisasi tersusun dengan baik agar dapat memaksimalkan penggunaan sumber daya ?Adapun cara lain yaitu dengan membentuk struktur organisasi seperti membuat agenda kerja yang akan dilakukan dalam membuat kerajinan kayu tersebut.
2. Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah metode analisis perencanaan strategis yang digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi lingkungan perusahaan baik lingkungan eksternal dan internal untuk suatu tujuan bisnis tertentu.
Metode Analisis SWOT Berdasarkan Aspek :
3. Analisis PEST
Analisis PEST adalah sebuah metode analisis yang bertujuan untuk memanajemen resiko yang merupakan proses desain strategi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Analasis PEST memiliki 4 faktor penunjang, yaitu : 1. Political, 2. Economic, 3. Social, dan 4. Technological.Untuk bisnis kerajinan kayu ini memiliki Analisis PEST juga yang berdasarkan 4 faktor penunjang.
Analisis PEST Kerajinan Kayu :
ANALISIS KONSUMEN
1. STP(Segmentasi, Targetting, dan Positioning
Segmentasi adalah strategi untuk memahami struktur pasar.Targetting adalah persoalan memilih, menyeleksi, dan menjangkau pasar.Positioning adalah strategi untuk memasuki pikiran konsumen.
STP (Segmentasi, Targetting, dan Positioning) Dalam Bisnis Kerajinan Kayu :
Metode Analisis SWOT Berdasarkan Aspek :
- · Strength : - Kualitas bahan yang digunakan agar dapat tahan lama
- Weakness : - Sulitnya mencari pemasok kayu yang sesuai
- Opportunities : - Meningkatkan fasilitas yang kini sudah masuk kedalam era modern
- Threats : - Kesulitan karena pandemi melanda dunia saat ini
- Meningkatkan kualitas kinerja para pengrajin kayu
- Meningkatkan hubungan antar lembaga
- Sulitnya menumbuhkan kreatifitas dan inovasi baru para pengrajin
- Memanfaatkan masyarakat yang sudah menggunakan kartu kredit
- Memanfaatkan teknologi yang sudah maju seperti berjualan secara online
- Kesulitan menemukan kolega bisnis karena pandemi
3. Analisis PEST
Analisis PEST adalah sebuah metode analisis yang bertujuan untuk memanajemen resiko yang merupakan proses desain strategi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Analasis PEST memiliki 4 faktor penunjang, yaitu : 1. Political, 2. Economic, 3. Social, dan 4. Technological.Untuk bisnis kerajinan kayu ini memiliki Analisis PEST juga yang berdasarkan 4 faktor penunjang.
Analisis PEST Kerajinan Kayu :
- Political : - Tinjauan terhadap peraturan pemerintah
- Economic : - Naik turunnya harga pasar- Inflasi pertukaran inovasi
- Social : - Memenuhi kebutuhan sehari-hari konsumen
- Technological : - Memanfaatkan internet dalam melakukan pemasaran
- Legalitas perusahaan
- Pajak dan hak cipta
- Untung ruginya penjualan kerajinan kayu
- Memberikan hal yang baru dan menarik agar konsumen terpikat untuk membeli kerajinan kayu yand dibuat
- Memperluas jasa kerajinan kayu melalui internet
ANALISIS KONSUMEN
1. STP(Segmentasi, Targetting, dan Positioning
Segmentasi adalah strategi untuk memahami struktur pasar.Targetting adalah persoalan memilih, menyeleksi, dan menjangkau pasar.Positioning adalah strategi untuk memasuki pikiran konsumen.
STP (Segmentasi, Targetting, dan Positioning) Dalam Bisnis Kerajinan Kayu :
- Segmentasi Dalam kerajinan kayu kita perlu melakukan pemasaran segmentasi karena banyaknya pengrajin kayu yang mulai menjual kerajinan kayu dengan inovasi baru maka dari itu bagi pengrajin kayu akan menganalisis struktur pasar agar tidak kalah saing dengan pengrajin yang lain bisa dengan memperjual-belikan kerajinan kayu yang jarang ditemukan dengan model kreativis yang sulit ditiru oleh pengrajin yang lain.
- Targetting Sebagai pengrajin kayu juga harus menetapkan target pasar yang baik kenapa harus seperti itu karena seorang pengrajin kayu juga harus memiliki target pasar agar bahan kayu serta hasil kerajinan dapat digunakan secara optimal tanpa adanya kerugian atau kecacatan.
- Positioning Sebagai pengrajin kayu juga harus melakukan positioning karena ini juga bisa menjadi strategi yang bagus untuk pengrajin kayu karena ini menggunakan media komunikasi agar konsumen tertarik membeli kerajinan kayu contoh bisa dengan bentuk model kerajinan yang menarik sebagai pajangan rumah atau bisa juga dengan menunjukan produk kerajinan kayu yang unik dan tidak dapat ditiru pengrajin kayu lain agar terlihat unik dan menariknya kerajinan kayu tersebut
3. Early Adopter
Early Adopter adalah sesuatu hal yang mengacu
pada individu atau kelompok yangmenggunakan produk, inovasi, atau teknologi
baru sebelum orang lain dalam populasi yang luas.Inovasi baru pada produk yang
akan dijualdapat berupa hiasan lampu dari kayu dengan model futuristik atau
bisa juga dengan model kursi yang dapat dibawa kemana-mana dengan hiasan yang elegan,
sederhana dan minimalis.
Customer value proposition adalah sebuah proposisi nilai konsumen yang dapat membuat para konsumen tertarik untuk membeli kerajinan katu dengan desain yang unik serta menarik untuk dijadikan sebuah hiasan dalam rumah. Contoh membuat suatu kerajinan kayu yang memiliki hiasan serta nilai estetik yang unik dan tidak mudah untuk ditiruoleh pengrajin kayu lain.
Lean Model Canvas adalah template rencana bisnis 1 halaman yang dibuat untuk membantu Anda mendekonstruksi ide Anda menjadi asumsi utamanya dan diadaptasi dari Business Model Canvas dan dioptimalkan untuk Lean Startups. Ini menggantikan rencana bisnis yang rumit dengan model bisnis satu halaman.
Dalam Lean Model Canvas memiliki 9 blok diantaranya, yaitu :
- Masalah (Problem)
- Segmen Pelanggan (CustomerSegment)
- Proposisi Nilai Unik (UniqueValueProposition)
- Solusi (Solution)
- Saluran (Channels)
- Arus Pendapatan (RevenueStreams)
- Struktur Biaya (CostStructure)
- Metriks Utama (KeyMetrics)
- Keuntungan Tidak Adil (UnfairAdventage)
ANALISIS PESAING
Analisis Pesaing adalah sebuah analisis yang bertujuan untuk menganalisa apakah pesaing bisnis kita mengungguli bisnis kita atau tidak bila iya kita harus menganalisa apa yang menjadi kekurangan dalam bisnis kita dan apabila kita mengungguli bisnis mereka apa yang harus dilakukan sebuah bisnis agar dapat mempertahankan produk yang kita jual serta memperbanyak relasi agar bisnis yang kita jalankan tidak ada yang namanya iri dalam berbisnis dan tidak ada penggelapan dana dalam melakukan usaha bisnis kerajinan kayu tersebut.
Untuk menganalisis hal tersebut dapat berupa wawancara atau diskusi antar perusahaan untuk menambah inovasi atau kreativitas baru agar tidak terjadinya kebangkrutan bisnis antara dua atau lebih bisnis yang bersaing disekitar area bisnis yang kita jalankan.


Komentar
Posting Komentar